Waspada, Ini 3 Bahaya Abu Vulkanik Gunung Agung yang Mengancam Kesehatan Anda

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Sejak pertama kali hujan abu Gunung Agung mulai terjadi pada hari Minggu (26/11) lalu, hingga hari ini terus berlangsung.

Intensitas abu vulkanik yang terbawa angin ke wilayah Bangli kian hari terpantau semakin tebal. Hal ini tentunya dapat berdampak buruk utamanya bagi pernafasan.

1. Gangguan ispa

Seperti dijelaskan oleh dokter spesialis anak RSUD Bangli, Ni Made Adi Purnami, Selasa (28/11/2017), penyebaran abu vulkanik Gunung Agung ini, berdampak pada gangguan saluran pernafasan, hingga menyebabkan Infeksi respiratori atas.

Atau yang kerap disebut ISPA. Berlanjut pada infeksi respiratori bawah, yang menyerang paru-paru.

Lanjut Dokter Adi, sejatinya gangguan pernafasan tidak hanya dipengaruhi oleh abu vulkanik semata. Asap pembakaran sampah, asap rokok, asap kendaraan, hingga debu di jalan, juga menjadi salah satu penyebab dari timbulnya gangguan pernafasan ini.

“Namun demikian, dengan meningkatnya aktivitas Gunung Agung, intensitas abu vulkanik yang dihasilkan tentu kian hari kian bertambah. Meski secara kasat mata abunya masih tergolong tipis,” ucapnya.

Berbicara mengenai gangguan saluran pernafasan, papar dokter anak asal Banjar Pule, Bangli ini, mula-mula seseorang akan mengalami bersin-bersin yang artinya, tubuh tengah merespon benda asing yang masuk ke dalam tubuh, untuk dikeluarkan.

Apabila sistem kekebalan tubuh lemah, maka seseorang akan mengalami flu hingga batuk.

“Inilah yang disebut dengan infeksi saluran pernafasan atas,” ucapnya.

Adapun dengan infeksi saluran pernafasan atas ini, sambung Dokter Adi, akan berlanjut dengan infeksi saluran pernafasan bawah, di mana dalam hal ini merupakan paru-paru, seperti sesak nafas.

“Jika terus berulang, maka akan menyebabkan kerusakan paru-paru total. Yang mana seseorang membutuhkan tabung oksigen seumur hidupnya,” tuturnya.

Dikatakan pula, gangguan penafasan ini bisa dialami oleh semua usia.

Namun, semakin besar usia seseorang, maka semakin besar pula imunitas tubuh.

Sehingga gangguan pernafasan lebih rentan dialami oleh anak-anak.

Terkait hal ini, pihaknya mengimbau kepada setiap warga, agar selalu membekali anak-anaknya minimal dengan masker.

Terlebih saat ini, khususnya anak-anak SD tengah menjalani UAS. Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat, apabila anak-anaknya mengalami batuk dibarengi gangguan berupa susah tidur, panas badan, mengalami gangguan makan dan minum, serta gangguan tidur, diharapkan agar segera berobat ke puskesmas terdekat.

“Terlebih jika anak-anak sampai mengalami sesak nafas. Artinya sudah ada gangguan pada paru-parunya. Sehingga perlu penanganan lanjutan,” imbaunya.

2. Alergi kulit

Di tempat yang sama, dokter kulit dan kelamin, A.A.I.A Nindya Sari, menjelaskan, dampak abu vulkanik dari Gunung Agung ini, berdampak pada alergi kulit seperti gatal.

Hanya saja, alergi yang disebabkan oleh abu vulkanik, sifatnya berjangka, dan tergantung dari tingkat sensifitas kulit.

Sambung dokter Nindya, adapun dampak yang sifatnya secara langsung, yakni apabila seseorang terkena kontak langsung material seperi lahar dingin, sehingga kulit menjadi iritasi dan berdampak pada perih.

3. Dampak bahaya pada mata

Sementara dampak pada mata, menurut dokter mata RSUD Bangli, Dewa Gede Benny Raharja, material abu vulkanik atau volcanic ash, merupakan material yang keluar dari aktivitas magma, berupa partikel halus yang berukuran kurang dari 2 mm (0,079 inchi), yang disebut juga silika.

“Silika ini merupakan bahan dasar pembuatan gelas atau kaca,” ucapnya.

Adapun dampak dari abu vulkanik ini, tentunya lebih berbahaya dibandingkan dengan abu yang merupakan hasil dari pembakan kayu atau kertas yang lebih soft (lembut).

“Abu vulkanik ini keras, abrasif, dan tidak larut dengan air,” jelasnya.

Lanjut dia, jika abu vulkanik ini sampai masuk ke mata, semula seseorang akan merasa tidak nyaman, dan terasa seperti kemasukan pasir, perih, dan berair.

Andaikan dikucek, tentu menyebabkan lecet di kornea mata yang mampu memicu mata merah, nyeri, dan silau.

“Lecet di kornea itu jadi awal dan pintu masuk kuman menginfeksi kornea. Pengobatan yg salah justru bisa menimbukan infeksi serta ulkus (peradangan) pada kornea. Ulkus ini bisa menyebabkan kebutaan,” jelasnya.

Lebih lanjut, pihaknya menganjurkan pada warga, agar senantiasa mengenakan pelindung mata atau kaca mata yang mampu menutup seluruh mata, mengurangi kegiatan luar ruangan, apabila kemasukan abu vulkanik, segera bilas dengan air bersih menggunakan air mengalir minimal satu liter dan jangan di kucek.

“Apabila mata sudah merah, berair dan terasa nyeri, segera lakukan pemeriksaan ke dokter guna mencegah komplikasi lebih lanjut,” tandasnya. (*)

Sumber : http://bali.tribunnews.com/2017/11/28/waspada-ini-3-bahaya-abu-vulkanik-gunung-agung-yang-mengancam-kesehatan-anda?page=4

No Comments

Leave a Reply