Tahun Politik, Tak Halangi Pembuatan Ogoh-ogoh

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Memasuki pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak, animo masyarakat Kabupaten Klungkung untuk berkreasi membuat ogoh-ogoh menyambut Hari Raya Nyepi tak padam. Bahkan, pemkab tetap menyelenggarakan lomba. Hanya saja, karyanya dilarang mengandung unsur politik.

Kepala Bidang Kesenian Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudpora) Klungkung, Komang Sukarya menjelaskan pembuatan boneka raksasa itu sebagai bentuk pelestarian budaya dan bagian kreativitas seni masyarakat. Ditengah hajatan politik ini, hal tersebut tidak dijadikan persoalan. “Kami tidak berpikir ke arah politik,” ungkapnya, Selasa (20/2).

Pejabat yang juga seorang seniman ini menyebutkan pada perlombaan itu, panitia sudah memberikan kriteria sangat ketat. Salah satunya, karya tidak berbau politik. Jika diabaikan, sanksi diskualifikasi siap mengganjar. Sementara itu, terkait tokoh yang dibuat mengambil cerita dari Mahabharata, Baratayudha atau babad. “Bahannya juga harus ramah lingkungan. Tidak boleh memakai Styrofoam,” tegasnya.

Lomba tahun ini hanya diikuti delapan peserta, lebih sedikit jika dibandingkan tahun sebelumnya. Hal tersebut ditengarai akibat keterbatasan anggaran.

Pada lomba ini, pemkab memberikan anggaran pembinaan Rp 9 juta untuk peserta di Klungkung daratan dan Rp 12 juta Nusa Penida. Jumlah tersebut dinyatakan sudah naik dari sebelumnya.

Ogoh-ogoh tersebut akan diarak pada 11 Maret. Klungkung daratan dipusatkan di Jalan Untung Surapati dan di Kepulauan Nusa Penida di Lapangan Desa Sampalan. Tim penilaianya pun tidak mengambil orang Klungkung. “Ini supaya objektif. Penilaian ke lapangan sudah mulai. Itu lebih ke bahan-bahan,” tandasnya. (Sosiawan/balipost)

Sumber : http://www.balipost.com/news/2018/02/21/38193/Tahun-Politik,Tak-Halangi-Pembuatan…html

No Comments

Leave a Reply