Badai Nate Menerjang Amerika Tengah, 20 Orang Tewas

Liputan6.com, San Jose – Setidaknya 20 orang di Kosta Rika, Nikaragua, dan Honduras tewas akibat Badai Nate. Negara-negara di Amerika Tengah pun telah memberlakukan keadaan darurat di tengah terjangan badai tropis itu.

Badai yang saat ini bergerak menuju Amerika Serikat itu, telah menyebabkan hujan lebat, tanah longsor, dan banjir. Akibatnya jalanan tak dapat dilewati, sejumlah jembatan hancur, dan rumah-rumah turut rusak.

Di Kosta Rika, hampir 400.000 orang terputus dari aliran air bersih. Sementara itu ribuan lainnya terpaksa tidur di tempat pengungsian.

Dikutip dari BBC, Jumat (6/10/2017), seluruh perjalanan kereta api terpaksa ditunda dan puluhan penerbangan dibatalkan akibat Badai Nate yang menerjang Kosta Rika. Lebih dari 10 taman nasional yang menjadi tujuan wisatawan juga ditutup.

Selain di Kosta Rika, badai tropis itu juga menyebabkan infrastruktur di Nikaragua rusak parah.

Hingga saat ini, lebih dari 20 orang di Amerika Tengah dinyatakan hilang setelah badai itu menerjang.

Menurut prediksi cuaca, Badai Nate akan terus menguat dan masuk ke dalam badai kategori satu — tingkat terendah dalam skala Saffir-Simpson — sebelum mencapai daratan pesisir selatan Amerika Serikat pada 8 Oktober 2017.

Sejumlah perusahaan minyak yang beroperasi di Teluk Meksiko mengevakuasi stafnya yang bekerja di wilayah yang akan dilewati Badai Nate.

Sumber : http://global.liputan6.com/read/3119282/badai-nate-menerjang-amerika-tengah-20-orang-tewas

‘Teror’ Macan Tutul di Pabrik Mobil India

Liputan6.com, New Delhi – Kepolisian New Delhi tengah dibuat sibuk dengan pencarian seekor macan tutul yang berkeliaran di sebuah pabrik mobil.

Hewan buas yang diduga keluar dari habitat aslinya tersebut membuat heboh banyak orang setelah penempakannya terekam sebuah kamera CCTV.

Dikutip dari laman Straits Times, Jumat (6/10/2017), rekaman CCTV tersebut berasal dari sebuah pabrik mobil terbesar di India. Dalam rekaman video, tampak jelas seekor macan tutl tengah melintasi lorong-lorong pabrik mobil.

Melihat kondisi tersebut, hampir 100 anggota kepolisian diterjunkan dengan membawa bius penenang.

Pabrik sengaja dikunci agar macan tutul yang berkeliaran tersebut tak lari ke permukiman warga.

“Sudah ada tim kepolisian dan penjaga hutan yang diterjunkan untuk mencari macan tutul tersebut. Kami sudah menutup seluruh kompleks pabrik,” ujar Ashoh Bakshi, Wakil Komisaris Polisi wilayah Manesar.

Akibat penampakan macan tutul tersebut, seluruh pekerja pabrik sengaja dievakuasi agar tak menimbulkan korban jiwa. Penghentian sementara aktivitas kerja tersebut diduga akan menurunkan produktivitas.

Pasalnya, pabrik mobil tersebut dapat menghasilkan 1 juta kendaraan dalam satu tahun.

Konflik mematikan antara manusia dan hewan telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir di India — terutama karena penyusutan habitat hewan (hutan) dan perluasan kota.

Kementerian Lingkungan India mengatakan, sedikitnya 1.144 orang terbunuh antara April 2014 hingga Mei 2017 oleh hewan liar, salah satunya macan tutul.

Ada sekitar 14 ribu macan tutul yang tewas terbunuh di India akibat tersesat di permukiman warga.

Januari lalu, seekor macan tutul ditemukan mati karena dipukuli oleh warga.

1 dari 2 halaman

Macan Tutul di Kamar Hotel India

Terori macan tutul sebelumnya juga pernah terjadi pada Agustus 2016 di India. Binatang buas itu dilaporkan menerobos ke dalam sebuah kamar hotel.

“Memberikan penghuninya kejutan buruk,” tulis media lokal seperti dikutip dari BBC.

Menurut Press Trust of India (PTI), Sumit Rathore dan istrinya Shivani sedang tidur ketika macan tutul memecahkan jendela dan memanjat ruang pada hari Minggu 28 Juli 2016 pagi waktu setempat.

Pasangan ini akhirnya berhasil mengunci binatang di dalam kamar mandi dan memberitahu pihak berwenang India. Namun tak lama kemudian hewan itu melarikan diri dari ruangan ke dalam hutan.

Para pejabat percaya bahwa macan tutul tersebut dikejar oleh anjing.

Kota berbukit Nainital di Uttrakhand — di mana hotel terletak, tidak asing dengan kunjungan binatang hutan pada larut malam.

Insiden itu terjadi minggu setelah beruang hitam Himalaya memecahkan kaca jendela kamar hotel di kawasan yang sama.

Sumber : http://global.liputan6.com/read/3118968/teror-macan-tutul-di-pabrik-mobil-india

Shahrukh Khan dan Aishwarya Rai Menolak Main Film Bareng

Liputan6.com, Mumbai – Aishwarya Rai comeback ke dunia film Bollywood setelah hampir lima tahun vakum usai melahirkan putri pertamanya, Aaradhya Bachchan. Comeback Aishwarya Rai dimulai dari film Jazbaa yang rilis pada 2015 lalu.

Meski telah combeback sejak dua tahun lalu, namun film-film terakhir yang dibintangi Aishwarya Rai dianggap kurang memuaskan. Para penggemar pun kemudian bermimpi Abhishek Bachan itu kembali bermain bareng Si Raja Bollywood, Shahrukh Khan.
Seperti diketahui, meski tak banyak, namun film-film yang dibintangi Shahrukh Khan dan Aishwarya Rai sangat berkesan bagi penonton. Mohabbatein dan Devdas menjadi salah satunya. Tak heran bila para penggemar Bollywood memimpikan pasangan tersebut kembali dipersatukan.

Hal tersebut rupanya bukan tidak disadari para produser dan sineas di Bollywood. Seperti dikutip Bollywoodlife.com, sejak Aishwarya Rai membintangi Ae Dil Hai Muskhil pada 2016 lalu, ada tiga judul film yang ditawarkan kepada Aishwarya Rai dan Shahrukh Khan. Namun kedua bintang tersebut sama-sama menolak untuk dipasangkan.

Lantas, apa sebenarnya yang membuat Shahrukh Khan dan Aishwarya Rai menolak tawaran tersebut? Adakah keduanya memiliki masalah? Jangan-jangan Aishwarya Rai bermusuhan dengan Shahrukh Khan? Beruntung karena jawabannya, tidak.

Shahrukh Khan dan Aishwarya Rai memiliki ikatan yang bagus. Mereka bersenang-senang bersama di sebuah acara baru-baru ini juga. Tapi mereka menolak semua film yang ditawarkan kepada mereka hanya karena tidak cocok dengan mereka,” kata seorang sumber.

Sumber : http://showbiz.liputan6.com/read/3110021/shahrukh-khan-dan-aishwarya-rai-menolak-main-film-bareng

3,5 Juta Warga Puerto Riko Diminta Berlindung Jelang Badai Maria

Liputan6.com, Karibia – Badai Maria, badai Atlantik dengan kekuatan kedua terbesar musim ini, telah bergerak dari Dominika dan kini siap menghantam Kepulauan Virgin serta Puerto Riko.

Seperti diberitakan BBC yang dikutip Rabu (20/9/2017), Badai Maria telah menimbulkan kerusakan luas di pulau Dominika, Karibia.

Badai Maria sempat dilaporkan melemah ke Kategori 4, tapi tak lama kemudian meningkat kembali mencapai 280 km / jam (175 mph). Diperkirakan bergerak di sepanjang jalur yang sama dengan Badai Irma yang juga masuk dalam Kategori 5.

Gubernur Puerto Riko — di wilayah milik AS, sejauh ini telah menginformasikan kepada 3,5 juta penduduk di pulau tersebut untuk mencari perlindungan. Badai Maria diperkirakan menerjang sekitar pukul 08.00 waktu setempat (13.00 GMT).

Pejabat di sana juga khawatir puing-puing pasca-terjangan Badai Irma sebelumnya berpotensi menimbulkan bahaya saat Badai Maria melanda.

Selain itu juga dikhawatirkan akan terjadi hujan deras pemicu tanah longsor di beberapa tempat, ditambah gelombang tinggi yang diperkirakan mencapai 9 kaki atau sekitar 2,7 meter di daerah dataran rendah.

Puerto Riko telah menjadi tempat berlindung bagi orang-orang yang melarikan diri dari pulau-pulau Karibia yang dilanda badai dalam beberapa pekan terakhir ini.

Sejauh ini ratusan tempat penampungan telah dibentuk oleh pihak berwenang.

Kerusakan Pasca-Terjangan Badai Maria

Dominika yang berpenduduk 72.000 jiwa di wilayah kurang dari 50 km dengan lebar 25 km, lolos dari hantaman Badai Irma dua pekan lalu. Tapi pada Senin 18 September, mata badai Kategori 5 menerjangnya.

Pulau tersebut pun terputus akses komunikasi. Bahkan atap kediaman resmi Perdana Menteri Roosevelt Skerrit terbang dihempas angin Badai Maria.

“Ketakutan terbesar saya adalah akan terbangun dengan berita tentang cedera fisik yang serius, dan kemungkinan kematian akibat tanah longsor yang dipicu hujan terus-menerus,” kata PM Skerrit dalam statusnya di Facebook.

“Sejauh ini embusan angin telah menyapu atap hampir setiap orang yang saya ajak bicara atau kontak.”

Pelabuhan udara dan laut di Dominika diprediksi tak beroperasi selama beberapa hari.

Wilayah Martinique di area kekuasaan Prancis dilaporkan mengalami pemadaman listrik meski tak terjadi kerusakan serius.

Gambar-gambar yang beredar menunjukkan banjir di Guadeloupe, sementara banjir, tanah longsor dan pemadaman listrik dilaporkan terjadi di beberapa bagian St Lucia.

Pejabat lokal mengatakan satu orang tewas akibat pohon tumbang di wilayah Guadeloupe. Sementara dua orang lainnya hilang setelah kapal mereka tenggelam di dekat Desirade, pulau paling timur di kepulauan Karibia.

Pejabat menggambarkan kondisi cuaca saat itu “sangat buruk” disertai embusan angin sangat kencang. Melalui sebuah pernyataan, pemerintah setempat menggambarkan sekitar 80.000 rumah tanpa listrik.

Sejauh ini peringatan badai tropis juga dikeluarkan untuk Antigua dan Barbuda, Saba, St Eustatius, St Martin, Anguilla dan Martinique.

Sumber : http://global.liputan6.com/read/3101238/35-juta-warga-puerto-riko-diminta-berlindung-jelang-badai-maria

Gempa 7,1 SR Guncang Meksiko, Sekitar 100 Orang Tewas

Liputan6.com, Meksiko City – Gempa kuat mengguncang Meksiko tengah pada Selasa 19 September 2017 waktu setempat. Lebih dari 100 orang dilaporkan tewas dan puluhan bangunan di Mexico City hancur.

Seperti diberitakan BBC, Rabu (20/9/2017), gempa Meksiko berskala 7,1 skala Richter (SR) itu menyebabkan kerusakan di Morelos dan Puebla dan negara Bagian Meksiko.

Lindu tersebut terjadi saat orang-orang di Mexico City tengah ikut dalam latihan menghadapi gempa, tepat 32 tahun setelah guncangan dahsyat merenggut sekitar 10 ribu jiwa.

Kini petugas penyelamat tengah mencari korban selamat yang terkubur di bawah puing-puing bangunan runtuh. Pihak berwenang pun memperingatkan bahwa jumlah korban tewas bisa bertambah.

Akibat gempa tersebut, Bandara Mexico City dilaporkan menghentikan operasinya. Para penghuni bangunan di seluruh kota juga telah dievakuasi.

“Pusat gempa terbaru ini berada di sebelah Atencingo di negara bagian Puebla, sekitar 120 km dari Mexico City. Dengan kedalaman 51 km,” demikian dilaporkan Survei Geologi AS.

Sedikitnya 54 orang tewas di negara bagian Morelos saja, di selatan ibu kota. Sementara 26 warga lainnya dilaporkan terbunuh di Puebla. Sebanyak 30 jiwa lainnya dipastikan tewas di Mexico City, 9 lainnya dilaporkan meninggal dunia di negara bagian Meksiko.

Guncangan gempa Meksiko berkepanjangan itu dilaporkan terjadi pukul 13.14 waktu setempat (18.14 GMT). Ribuan penduduk pun panik berhamburan ke jalan-jalan.

Presiden Meksiko, Enrique Pena Nieto mendesak masyarakat untuk menghindari jalanan sehingga layanan darurat dapat dengan mudah menjangkau daerah yang paling terkena dampak lindu.

Sejauh ini saluran telepon di beberapa bagian Meksiko dilaporkan terputus. Sementara sekitar 3,8 juta orang di daerah terdampak gempa tanpa aliran listrik.

Meksiko memang rentan terhadap gempa bumi. Sebelumnya pada awal September, lindu berkekuatan 8,1 SR mengguncang selatan negara itu dan menyebabkan setidaknya 90 orang tewas.

Sumber : http://global.liputan6.com/read/3101179/gempa-71-sr-guncang-meksiko-sekitar-100-orang-tewas

Sedang Tenang, Aktivitas Gunung Agung Alami Deselerasi

DENPASAR, BALIPOST.com – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Willem Rampangilei secara khusus menemui Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Rabu (20/9). Pertemuan yang berlangsung di ruang tamu gubernur tersebut membahas situasi terkini Gunung Agung dan langkah antisipasi yang dilaksanakan.

Mengawali pertemuan, Willem menyampaikan bahwa saat ini aktivitas Gunung Agung sedang tenang. “Dari hasil pantauan seismograf, sekarang lagi dalam tahap deselerasi (perlambatan aktivitas, red) atau tenang,” bebernya.

Namun menurutnya apa yang akan terjadi selanjutnya masih sulit ditebak, bisa langsung turun berangsur-angsur, namun bisa juga bisa sebaliknya. Bertolak dari analisa tersebut, BNPB, BPBD Provinsi dan Kabupaten telah melakukan sejumlah langkah antisipasi sesuai dengan SOP yang berlaku. “Kita cek alat komunikasi di pos pemantau dan memastikan alat itu berfungsi dengan baik,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga memastikan peringatan dini terlaksana dengan baik dan dapat dipahami masyarakat. “Kita harus memastikan peringatan dini itu sampai ke masyarakat dan mereka paham. Upaya kita adalah dengan mengintensifkan sosialisasi melalui banjar,” terangnya.

Pada bagian lain, Willem juga menyampaikan bahwa mengacu ketentuan pusat vulkanologi, pada status siaga, radius 6 KM dari area kawah Gunung Agung harus bebas dari aktivitas manusia. “Berpedoman pada SOP yang berlaku, semua unsur sudah siap untuk proses evakuasi,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan berdoa. “Pada prinsipnya kami berharap tak ada erupsi dan kalaupun terjadi, tak ada korban jiwa,” tambahnya.

Menanggapi hal itu, Gubernur Pastika menyampaikan apresiasi dan terima kasih karena begitu banyak pihak yang menaruh perhatian terhadap Pulau Dewata. “Pusat sudah turun, bahkan internasional pun sudah ada yang menawarkan bantuan. Dengan melihat kesiapan semua pihak, saya optimis kita dapat melaksanakan langkah antisipasi dengan baik,” ujar Pastika yang didampingi Kepala BPBD Bali Dewa Made Indra.

Yang terpenting, imbuh Pastika, para petugas jangan panik dan tahu apa yang harus dilakukan.

Menambahkan penjelasan Gubernur Pastika, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali I Dewa Gede Mahendra Putra kembali mengingatkan agar masyarakat tetap tenang dan tidak panik. “Jangan mudah percaya kepada informasi yang sumbernya tidak jelas,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Dewa Mahendra juga menghimbau agar tak ada pihak-pihak yang memperkeruh suasana dengan menyebarkan informasi yang tidak benar alis hoax. Semua pihak diharapkan ikut menjaga kondusifitas Bali sebagai daerah tujuan wisata. Sebab kesimpangsiuran informasi dikhawatirkan akan berdampak negatif pada pariwisata Bali. (kmb/balipost)

Sumber : http://www.balipost.com/news/2017/09/20/22181/Sedang-Tenang,Aktivitas-Gunung-Agung…html

Sutradara ‘BLADE RUNNER 2049’: Setting Film Dibuat Se-Futuristis Mungkin

Kapanlagi.com – Penikmat film fiksi ilmiah sedang menantikan film BLADE RUNNER 2049 tahun ini. Film ini dipercaya memberikan kelanjutan kisah film pertamanya yang dirilis tahun 1982.

Dalam film lanjutan ini, diceritakan tokoh bernama K (diperankan Ryan Gosling) berupaya mencari Deckard (diperankan Harrison Ford) yang telah menghilang 30 tahun lamanya. Rahasia-rahasia yang terkubur bersama hilangnya Deckard berusaha digali oleh K. Rahasia tersebut mampu membawa umat manusia kepada kehancuran.

Berbeda dengan film pertamanya, film yang juga dibintangi oleh Jared Leto, Harrison Ford, Robin Wright dan Ana de Armas ini tak lagi disutradarai oleh Ridley Scott. Posisi Scott akan digantikan oleh Dennis Villeneuve yang sukses membesut SICARIO dan ARRIVAL. Sementara Scott masih tetap akan bergabung dalam proyek sebagai produser eksekutif.

Mengingat film pertamanya yang dianggap film cult, Villenueve menggarap filmnya sedetail mungkin. Seperti yang dilansir denofgeek.com, Villenueve sangat memperhatikan betapa pentingnya membuat film ini terasa lebih nyata, meski settingnya adalah di masa depan.

“Kami membuatnya sebaik mungkin. Set film, kendaraan, dan segala macam yang spesifik dalam film ini. Aku tidak menyangka aku punya kesempatan besar sebagai sutradara untuk bisa membuatnya terlihat hidup.” ungkap Villeneuve saat ditemui wartawan di San Diego Comic-Con.

Villeneuve juga mengatakan bahwa dirinya bukanlah penggila grafik komputer. Kehebatan komponen fisik dan perasaan untuk membangunnya begitu luar biasa berperan. “Aku bukan penggila Computer Graphics. Itu memang alat edit yang luar biasa, namun tidak buatku.”jelasnya.

“Kami berusaha sekeras mungkin untuk membuat kendaraan model dan asli supaya terlihat nyata. Tidak lupa pemandangaan dan tata letak yang pas supaya terlihat asli di depan kamera.” lanjut sutradara yang juga pernah menggarap Prisoners ini.”Film ini akan benar-benar membuatmu seperti masuk di tahun 2049.”

Film Blade Runner 2049 sendiri akan tayang di bioskop pada 6 Oktober mendatang.

Penulis: Mita Anandayu

Dua Destinasi Buleleng Masuk Nominasi ISTA

SINGARAJA, NusaBali
Pertama, destinasi wisata Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Buleleng. Kedua, Hotel Pelataran L Harmoni di tengah hutan Taman Nasional Bali Barat kawasan Desa Pajarakan, Kecamatan Gerokgak, Buleleng.

Secara keseluruhan ada enam destinasi wisata di Bali yang masuk nominasi ISTA. Dua destinasi di antaranya berada di Buleleng, yakni Desa Pemuteran dan Hotel Pelataran L Harmoni. Sedangkan empat destinasi wisata lainnya yang masuk nominasi ISTA adalah Desa Pengli-puran (Bangli), ITDC Nusa Dua (Badung), Museum Blanco, dan Museum Arma (Gianyar).

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Buleleng, Nyoman Sutrisna, masuknya Desa Pemuteran dan Hotel Pelataran L Harmoni dalam nominasi ISTA ini setelah melalui proses seleksi yang ketat, baik dari segi tata kelola, manfaat di bidang ekonomi, maupun pelestarian budaya, dan pelestarian lingkungan. Empat poin tersebut merupakan kategori penghargaan yang akan dianugerahkan kepada destinasi wisata terbaik di Inodnesia.

“Sebelumnya, kami memang melihat dan mengkaji puluhan destinasi wisata yang ada di Buleleng. Dari hasil kajian, yang berpotensi dan memenuhi keempat unsur penilaian itu adalah Desa Pemuteran dan Hotel Pelataran L Harmoni,” ujar Nyoman Sutrisna saat ditemui di ruang kerjanya di Singaraja, Jumat (8/9).

“Maka, kedua destinasi wisata itu kami ajukan ke Kemenpar untuk masuk nominasi ISTA. Penilaiannya sudah dilakukan tim dari pusat. Hasilnya nanti akan diumumkan 29 September 2017 mendatang, bertepatan dengan Hari Pariwisata,” lanjut Sutrisna.

Selain memiliki empat kategori penilaian, kata Sutrisna, destinasi wisata Desa Pemuteran selama ini juga menawarkan potensi wisata bawah laut dengan memberdayakan masyarakat dalam mengembalikan ekosistem laut, melalui konservasi terumbu karang. Ini jelas-jelas membawa dampak bagi perkembangan ekonomi di wilayah setempat.

Sedangkan Hotel Pelataran L Harmoni yang berlokasi di tengah hutan Taman Nasional Bali Barat (TNBB) wilayah Desa Pajarakan, kata Sutrisna, juga memiliki potensi hampir sama dengan Desa Pemuteran. Pelaku wisata lebih mengedepankan produk lokal dan pemeberdayaan masyarakat setempat, selain menjual wisata berbasis alam sebagai salah satu misinya.

Sementara itu, salah satu anggota tim penilai dari pusat, Amelda Pranmezwary, mengatakan tujuan dilaksanakannya ISTA merupakan bentuk apresiasi terhadap detinasi wisata yang sudah melaksanakan praktek wisata berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat. Selain itu, juga melibatkan seluruh stake holder, termasuk pemerintah, swasta, dan media.

“Ini merupakan langkah awal kita di kementerian yang ke depannya akan melakukan sertifikasi destinasi wisata berkelanjutan, sebagai tolok ukur,” kata Amelda saat dikonfirmasi NusaBali, Jumat kemarin. *k23

Sumber : http://www.nusabali.com/berita/18570/dua-destinasi-buleleng-masuk-nominasi-ista

Kariani Masih Trauma Berat

DENPASAR, NusaBali
Hingga Jumat (8/9), dia masih mendapat perawatan intensif oleh tim medis RSUP Sanglah di Ruang Angsoka 3 kamar 306 RSUP Sanglah, Denpasar, ditemani sejumlah keluarganya.

Setelah dilakukan amputasi sekitar 60 cm ke bawah oleh tim medis RSUP Sanglah, korban dalam waktu dua atau tiga hari sudah bisa diperbolehkan pulang. Sayangnya, keluarga enggan berkomentar lebih jauh terkait kondisi Kariani, begitu juga kejadian yang menimpa korban beberapa waktu lalu di kosannya, di Banjar Umabuluh, Canggu, Kerobokan, Badung.

“Dari kemarin sudah banyak media yang ke sini dan memberitakan. Saya mohon maaf tidak bisa memberikan keterangan. Saya takut dia semakin trauma,” ungkap ayah korban, Karda.

Pihak keluarga sendiri mengaku sudah menyerahkan permasalahan ini sepenuhnya kepada pihak yang berwenang. Yang jelas, saat ini keluarga fokus untuk merawat korban serta kedua anaknya pasca kejadian mengerikan tersebut.

Sebelumnya diberitakan, Putu Kariani dilarikan RSUP Sanglah, Denpasar, Rabu (6/9), akibat kejadian sadis yang dilakukan suaminya, Kadek Adi Waisaka Putra, 36 yang tega memotong kaki korban bagian kiri dengan parang hingga terputus setelah terjadi cekcok mulut di kosannya di Banjar Umabuluh, Canggu, Badung, Selasa (5/9) sore.

Sumber : http://www.nusabali.com/berita/18591/kariani-masih-trauma-berat

Saksikan Ibunya Dianiaya Ayah Hingga Kaki Terpotong, Bagaimana Nasib Anaknya Kelak?

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Aksi brutal seorang suami di Desa Canggu, Kuta Utara, Badung, Bali menyisakan kengerian dan traumatik yang mendalam.

Adalah Kadek Adi  Waisaka Putra (36) bertindak brutal dengan memotong kaki istrinya Ni Putu Kariani (33) mnggunakan parang hingga putus di kamar kosnya Selasa (5/9/2017) pukul 17.30 Wita.

Anaknya yang masih duduk di bangku SD melihat sendiri pertengkaran rumah tangga ayah dan ibunya yang berujung peristiwa sadis.

Atas kejadian ini, penasihat Lembaga Bantuan Hukum Bali Woman Crisis Center (LBH Bali WCC), Nengah Budawati mengecam aksi kekerasan yang menimpa Ni Putu Kariani.

Kasus ini juga akan membuat anak korban trauma.

“Persoalan suami istri sangat tidak bijaksana mengumbar kekerasan di hadapan anak, karena hal ini juga menjadi traumatik anak,” katanya. Menurutnya, kekerasan yang dilakukan orangtua akan berdampak pada anak, dan cenederung anak juga nantinya akan menjadi pelaku.

Menurutnya, kasus ini harus ditangani secara serius untuk menyelesaikan traumatik pada anak dari pasangan suami istri tersebut.

“Karena ini wilayah Badung, nanti pihak TP2PA rencananya akan membantu masalah psikiater dan psikologisnya ke depan,” terangnya.

Menurutnya, untuk menghilangkan trauma tersebut memang perlu bantuan psikolog.

Dibutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk menyembuhkan trauma pskologis tersebut.

“Untuk konselingnya sendiri harus kontinu dilakukan, tidak bisa hanya satu atau dua bulan saja, kalau tidak ditangi secara serius takutnya akan terjadi hal yang tidak diinginkan,” tutupnya.

Seperti diketahui motif pelaku melakukan hal tersebut diduga karena cemburu si istri diduga berselingkuh.

“Kejadiannya kemarin, kaki istrinya dipotong hingga putus dengan pisau,” kata seorang warga sekitar yang ditemui di lokasi, Rabu (6/9/2017) yang enggan namanya disebutkan.

Dia mengatakan pelaku yang diketahui bekerja sebagai sopir freelance ini jarang bergaul dengan tetangga sekitar.

“Dia (pelaku) jarang berinteraksi dengan kami, jadi wajar warga di sini bertanya siapa pelakunya itu,” ungkapnya.

Dia menceritakan kejadian ini disaksikan langsung anak pekaku yang saat ini masih duduk di bangku Sekolah Dasar.

Dia sangat menyayangkan anak sekecil itu harus menanggung beban psikologis seumur hidupnya akibat kejadian tersebut.

“Bahkan anaknya ada di dalam saat kejadian itu. Kasihan anak umur segitu sudah melihat hal yang tidak pantas dilihatnya,” ujarnya.

Kapolres Badung, AKBP Yudith Satriya Hananta mengungkapkan, kejadian ini masuk dalam penganiayaan berat.

Modus yang digunakan pelaku adalah dengan cara memotong kedua kaki korban dengan menggunakan parang.

“Kaki kiri korban yang putus dari pergelangan kaki, sedangkan kaki kanan korban nyaris putus dengan luka pada bagian tulang kering,” ungkapnya.(*)