Harga Minyak Kembali Menguat Dipicu Pernyataan Menteri Irak

NEW YORK – Harga minyak mentah dunia menguat pada perdagangan Selasa (12/6/2018) dipicu pernyataan Menteri Perminyakan Irak Jabbar al-Luaibi yang melemparkan keraguan mengenai apakah Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) akan memutuskan untuk meningkatkan produksi.

Al-Luaibi mengatakan bahwa harga masih memerlukan dukungan dan stabilitas, dan produsen tidak boleh melebih-lebihkan kebutuhan pasar minyak untuk persediaan lebih banyak.

Seperti dilansir Reuters hari ini, pernyataan tersebut menghantar harga minyak mentah berjangka Brent di angka USD76,46 per barel. Sedangkan, harga minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) meningkat mencapai USD36 sen ke level USD66,71 per barel.

Menguatnya harga minyak juga ditopang oleh kenaikan di pasar ekuitas serta indeks saham utama AS yang diperdagangkan di wilayah positif dikarenakan pertemuan di Singapura antara Presiden Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

Harga minyak juga dipengaruhi ketidakpastian mengenai kenaikan pasokan OPEC. Selama 18 bulan, OPEC dan sekutunya telah menghentikan produksi dengan harapan menstabilkan pasar dan mendukung harga. OPEC dijadwalkan akan menggelar pertemuan pada 22-23 Juni di Wina untuk memutuskan kelanjutan kebijakan pembatasan pasokannya dengan latar belakang penurunan output dari Venezuela dan sanksi terhadap Iran, produsen terbesar ketiga OPEC.

“Pekan lalu kami melihat beberapa berita yang mengindikasikan bahwa pemerintahan Trump telah meminta OPEC untuk meningkatkan produksi minyak. Dan sekarang kami melihat sejumlah produsen OPEC yang mendukung status quo,” kata Presiden Lipow and Associates Andrew Lipow di Houston.

 

Sumber : https://ekbis.sindonews.com/read/1313701/35/harga-minyak-kembali-menguat-dipicu-pernyataan-menteri-irak-1528773570

No Comments

Leave a Reply